Sistem mesin sepeda motor

Sepeda motor terbentuk dengan adanya beberapa komponen. Komponen sepeda motor terdiri atas beberapa rangkaian. Rangkaian itu menjadi satu kesatuan yang tersusun dengan baik, sehingga apabila ada yang satu rusak maka akan berpengaruh pada bagian yang lainnya.

Hal ini bisa diumpamakan seperti anggota tubuh manusia, sebagai contoh pada saat kaki kita tersandung batu dan merasakan sakit, pasti anggota tubuh yang lain ikut merasakan hal yang sama.

Hemat kata, sepeda motor tersusun dari beberapa komponen yang menjadi satu kesatuan.  Komponen yang ada pada sepeda motor itu pada dasarnya bisa digolongkan menjadi :
1. Sistem mesin
2. Sistem listrik dan rangka

Pembahasan pada artikel kali ini adalah mengenai sistem permesinan untuk sepeda motor. Mesin termasuk komponen untuk sumber tenaga yang bisa menggerakkan jalannya sepeda motor. Yang perlu dicermati pada mesin sepeda motor yaitu bagian yang menjadi sumber tenaga, rangkaian transmisi dan kemampuan tenaga mesin menggerakkan roda belakang.

Sistem mesin sepeda motor itu sendiri dibagi atas :
1. Sistem bahan bakar
2. Sistem pelumasan
3. Sistem pembuangan
4. Sistem pendinginan

Dari bagian sistem mesin sepeda motor tersebut maka dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Sistem bahan bakar

Penggunaan bahan bakar untuk sepeda motor bisa menggunakan premium, pertalite, atau pertamax.
Awal mulanya sistem bahan bakar untuk sepeda motor adalah dengan menggunakan sistem karburator. Karburator merupakan alat yang digunakan untuk mencampur bahan bakar dan udara. Sebagian besar sepeda motor menggunakan karburator, hal ini disebabkan karena karburator dirasakan lebih murah dan lebih ringan.

Dalam perkembangannya, di dunia sistem bahan bakar mulai diperkenalkan sistem baru yaitu injeksi, pada sepeda motor yang digunakan pada tahun 2006. Penggunaan sistem injeksi bahan bakar ini lebih mudah terintegrasi dengan sistem yang lain, dan untuk mendapatkan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar.

2. Sistem pelumasan

Oli yang baik sangat berperan pada sistem pelumasan sepeda motor untuk kinerja mesin. Pengantian oli secara teratur dan pemilihan oli yang tepat, dapat membantu memperpanjang umur pemakaian sepeda motor. SAE (The Society of Automotive Engineers) umumnya digunakan untuk mengukur kekentalan oli. Seringnya sepeda motor berjalan, maka membuat kekentalan oli semakin berkurang. Hal ini yang membuat daya pelumasannya berkurang juga.

Contoh SAE pada oli mesin antara lain:
- Oli ultratec matic    : SAE 10w-30
- Oli ultratec             : SAE 20w-50
- Oli yamalube matic : SAE 20w-40
- Oli yamalube sport : SAE 10w-40

Oli yang baik untuk pelumasan sepeda motor minim harus memenuhi ketentuan diantaranya :
  • Mudah memindahkan panas yang timbul dari kinerja mesin.
  • Tidak gampang menguap.
  • Mempunyai titik beku yang rendah.
  • Kemampuan lekat yang baik.
  • Punya titik nyala yang tinggi.
Manfaat dari pemakaian oli yang teratur, diantaranya sebagai berikut:
a. Untuk menahan panas pada mesin sepeda motor.
b. Membuat piston dan ring piston dapat bekerja dengan baik, sehingga mesin menjadi awet.
c. Sebagai anti karat.
d. Dapat digunakan untuk membersihkan kotoran yang ada pada mesin
e. Memperhalus suara kinerja mesin
f. Mengurangi gesekan pada mesin.

Sistem pelumasan sepeda motor ada 2 macam yaitu pelumasan untuk motor 4 tak dan motor 2 tak. Sepeda motor 4 tak hanya menggunakan satu macam jenis oli mesin tanpa adanya pemakaian oli samping. Oli mesin itu dituangkan pada satu wadah. Oli yang terdapat dalam wadah tersebut, akan melumasi setiap bagian cylinder mesin sepeda motor. Ada yang menyebutkannya dengan istilah sistem pelumasan percik. Bisa dilihat dari fungsi ring oli yang telah terpasang pada piston. Ring oli akan membersihkan dan melumasi.
Sementara motor 2 tak, metode pelumasannya ada 2 cara yaitu dengan di campur dan di taruh pada tempat yang terpisah. Untuk metode dicampur, berarti oli samping digunakan bersamaan dengan bahan bakar. Dan yang menggunakan tempat terpisah berarti oli sampingnya ditampung pada wadah tersendiri.

3. Sistem pembuangan

Pada sistem pembuangan ini peran knalpot perlu juga diketahui. Knalpot mempunyai beberapa bagian penting, dan knalpot pun harus mempunyai standart emisi pada batas ambang kewajaran. Disini knalpot dapat meredam suara yang ditimbulkan dari hasil proses perputaran mesin.
Fungsi sistem pembuangan pada sepeda motor yaitu:
  • Dapat mengeluarkan gas buang hasil pembakaran dari kinerja mesin.
  • Bisa meredam suara dari hasil pembakaran.
  • Mampu memberikan peningkatan terhadap tenaga mesin.

4. Sistem pendinginan

Dunia permesinan selalu mengalami perkembangan. Mengingat efisiensi yang tinggi pada perkembangan mesin, perlu juga untuk mempertimbangkan faktor ekonomis, daya tahan, keselamatan pengendara serta ramah terhadap lingkungan.

Kondisi temperatur yang tinggi pada mesin yang diakibatkan karena proses pembakaran yang berlangsung terus menerus tanpa adanya perawatan, hal ini bisa menyebabkan kinerja mesin menurun, sehingga faktor ekonomis pun turun.
Untuk menjaga suhu kerja yang ideal pada mesin sepeda motor maka perlu adanya sistem pendinginan.
Sistem pendinginan, bisa langsung dilepas ke udara atau menggunakan perantara air radiator coolant. Fungsinya radiator adalah untuk melepaskan panas.

Demikianlah, sekilas pemaparannya semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua.

Salam sukses.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sistem mesin sepeda motor"

Post a Comment